Archive for the ‘bahasa’ Category

Base Samawa

Tuesday, March 11th, 2008

Sudah jelas bahwa orang2 yang menggunakan basa Samawa di LOTIM adalah pendatang dari Sumbawa. Kedua bangsa Sasak dan samawa bertalian darah, tetapi tidak hanya
berdua, pun juga dengan bangsa Bali, sangat erat pertaliannya. Bahasa Bali, Sasak dan Samawa berkembang sendiri2 dengan penyesuaian dengan pengaruh Jawa/Kawi di Bali dan Lombok, Kawi dan Melayu di Lombok, Kawi, Melayu dan Bugis untuk Samawa.
Perang Bali dan Lombok mengundang simpati Bangsa Samawa karena kesamaan agama dan hubungan kuduanya erat dalam POLEKSOSBUD. Pasukan Samawa didatangkan, sudah tentu tanpa wanita. Pasukan legion asing itu ditempatkan di satu tempat, sebagai mana kode etik militer.Tidak ada legion asing yang disebar ke 4 penjuru angin sehingga mereka tinggal di iantara Sakra dan Aikmel. Sesudah selesai perang aggota legion asing boleh pulang atau menetap sukarela dengan menikahi wanita setempat dan ikut tinggal di desa asal wanitanya.

Sesudah meletusnya gunung Tambora itulah baru terjadi imigrasi besar bangsa Samawa sebagai pengungsi ke LOTIM, masyarakt menyambut mereka dan memberi tempat2 yang baik untuk peri kehidupan mereka. Lihat desa2 dimana mereka tinggal sekarang adalah tempat tersubur dan berada di jalur jalur utama.

Rombok bukan dimaksudkan penambahan pasukan tetapi rombok tempat yang kelak menurut Yus jadi Rumbuk. Berapa kali legiun asing datang dan berapa kali pengungsian dan kedatangan besar terjadi, inilah kewajiban kita untuk menelususri. Saya hanya sekedar menulis apa yang saya ingat, tidak dapat didebat atau didukung karena paparan ini sekedar dilah jamplung ditengah gulita.

Wallahualam bissawab

Yang ikhlas
Hazairi R. JUNEP

Gramatika bahasa Sasak

Tuesday, March 11th, 2008

Ada sebuah peristiwa yang jarang orang tahu, bahwa bentuk kini dari seni keramik dan anyam di Banyu Mulek bukanlah asli lahir disitu. Memang kreatifitas bangsa Sasak dan ketekunannnya menganyam adalah salah satu kelebihan mereka. Tentu karya mereka sebelumnya sudah ada dan mencirikan genius lokal yang tak terbanding.

Seorang Bule melihat keistimewaan orang2 itu dan membawakan contoh grabah dan anyaman atau setidaknya desainnya lalu mengajarkan kepada bangsa Sasak teknik membuat barang2 tersebut. Kini jadilah bangsa Sasak salah satu pengrajin terkemuka dibidang gabah dan anyaman. Karya mereka menebar sampai Hollywood, bahkan saya pernah masuk restoran di Jepang yang khusus mendatangkan segala pernik hiasan dinding dan dekornya dari Lombok, rasanya saya ada di Rumah saat itu.

Orang2 Sasak membuat pola yang beraneka ragam sejak diperlihatkan contoh barang dan desain oleh bule iti. Mereka membuat kreatifitas lebih canggih dari barang yang dicontek. Dalam hal ini Bangsa Sasak sama unggul dan elegannya dengan orang Jepang yang membajak barang dan mengahsilakan barang yang lebih canggih dan bagus daripada buatan bangsa yang dibajaknya.

Apa maksudnya dan apa hubungannya dengan GRAMATIKA atau TATA BAHASA? Semeton, Tata bahasa/Grammer adalah desain atau formula yang kita peroleh dari mengamati barang jadi. Seperti Orang yang membuat grabah dan anyaman itu. Mereka lihat dan teliti barang yang ada lalu membuat desain dan pola pola unutk membuat yang lebih baik.

Orang Arab adalah bangsa yang mula2 dikenal pandai membuat syair. Kemudian di Eropah berkembang sastera lisan dan di Asia jauh lebih dahulu daripada Eropah. Tetapi kita macet karena penjajahan. Para filosof membuat aturan baku tentang berbahasa dari pengalaman mereka berinteraksi dengan karya2 sastera. Dan Jauh kemudian muncullah apa yang diamakan Grammer.

Pendidikan Monyet yang kita lewati ternyata sangat berpengaruh pada kehidupan kita saat ini. Kita dibiasakan menghapal rumus2 sejak SD sampai Kuliah. Baru duduk, guru bego langsung tancap menulis rumus. S-P-O-K kalau Bahasa Inggris mereka Bangga memberi rumus S-V1.2.3- O/C maka sim salabim kita puas jadi penghapal rumus begitu juga matematika dsb. Maka 99 persen murid gagal menggunakan pengalaman berbahasanya yang berupa senjata rumus2 itu.

Sekarang Kita sedang menysusn kamus BS. Alangkah semerawutnya, kita masing masing menyodorkan apa saja dan masing2 begejuh karena sama ahlinya atau sama begenya. Sekian lama hanya kurang dari 1000 kata yang terkumpul dan sudah diperas peras dari banyak kontributor. Mengapa demikian, tak lain karena kita belum pernah melakukannya dan kita tidak tahu berapa besar harta kita…

Bagaimana menyusun gramatika kita, sebagi saya katakana tadi para ahli bukan membuat kerangka dulu baru menulis bahasa tetapi dari karya satera mereka mengambil pola maka jadilah. Timbul pertanyaan, adakah karya satera Sasak yang kelasik atau kontemporer yang dapat dikatakan karya bagus sekelas, Sastera Arab, Spanyol, Inggris atau China dan Jepang? Saya belum pernah lihat semeton.

Kalau kita punya, buku yang bagus dalam Base Sasak maka dengan mudah kita memulai menyusun Gramatike Base Sasak itu. Lamun ndexte beduwe, dung silax beriuk seratang ite cerite kontex, cerite belo, pantun, syaer, puisi, novel dit sax lain endah.

Insayaallah saya telah mengangan2kan Kamus Universal Base Sasak dan Gramatikanya, semoga ada semeton jari yang dapat memberi masukan tentang keberadaan buku sastera Sasak yang bermutu bahasanya. Jangan sampai malah cerpen Lox Mosot dan Lox Bosok atau Si GON MM yang jadi rujukan… dung gak jadi berajah Gramatike tetapi pade bontah rerex…ino taranin grerex (grammer rerex).

Wallahu alam bissawab

Yang ikhlas
Hazairi R. JUNEP