Archive for the ‘cerita’ Category

TKI SASAK

Tuesday, May 20th, 2008

Assalamulaikum WR WB

Saya sukanya flash back agar dapat belajar dari sejarah, sekedar belajar mengambil hikamh saja, jangan sekali mau kembali ke sejarah.

Akhir th 70 an pepadu2 sasak sangat bergelora semangt belajarnya, salah satu yang memukau adalah elektronika. Beebrapa tahun setelah itu booming intercom dan alat elektronika, bangsa sasak yang telah gembar gembor belajar tidak mebuat apa2 kecuali jadi penikmat barang elektronika mulai pertengahan 80an.

Akhir tahun 80an booming krusus computer, diman mana pepadu2 berebut jadi ahli computer yang waktu itu masih rumit operasionalnya. Sekarang  internet dan IT pada umunya sudah merajalela diseantero nusantara. Berapa biaya habis untuk elektronika, komputer dan IT sampai detik ini? Tak ada yang mau menghitung.

Tidak ada yang salah pada trend2 yang terus berubah dan dikejar dengan tertatih tatih oleh para pepadu kita. Maslahnya adalah pendidikan dasar umum diabaikan. Mereka merasa cukup kalau sudah bisa bikin walki talkie dan interkom dan kini bangga sekedar jadi pemakai internet, meski hanya 1% saja dari total penduduk.

Keterampilan hidup (life skill) yang bersinggungan langsung dengan peri kehidupan bangsa Sasak ditelantarkan. Para pepadu yang seharusnya siap meneruskan pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan yang seharusnya menuju modernisasi tidak ada yang urus. Sawah banyak berubah jadi lahan kering dan rusak karena irigasi hancur.  Peternakan, perikanan tidak dimiatikarena kotor dan uang kecil. Karena tidak suka uang kecil uang besar tak juga datang, momot sudah… kalau segala sesuatu penyokong kehidupan seperti disebutkan itu diabaaikan, karakter macam apa yang bercokol didada pepadu kita?

Ketika lapangan kerja makin menyempit, tenaga melimpah keterampilan rendah, tidak ada pilihan jadi buruh petik Sawit atau buruh bangunan di Malaysia. Orang pemerintahan tak merasa terusik melihat ratusan TKI bergelimpangan. Di bui diusir dst.

Banyak orang pemda dan anggota dewan yang melancong ke LN untuk studi banding tidak lebih untuk memuaskan kegawahannya, hanya heran dan menghabiskan uang saku… seharusnya mereka mencatat baik2 TKI yang seperti apa dibutuhkan di masing2 negara dan lalu disipkan. Tidak, sekali lagi tidak, orang2 itu malah merancang cara2 kotor untuk mengambil keuntungan dengan menipu TKI dari berangkat sampai pulang.

Anak2 Bali dan Jawa yang pergi ke Australia dan NZ telah disipakan dari rumahnya. Th 2005, Ada seorang pemuda Bali yang mengajukan permohonan bantuan 2000 dolar untuk mengurus pekerjaan di NZ sebagi
pemetik buah. Kami tidak memenuhi permintaannya karena dia tak dapat melaksanakan syarat yang ditentukan. Sebulan kemudian saya dengar dia jadi interpreter di pabrik mebel di Jepara, untuk mengumpulkan uang agar dapat jadi tukang petik buah di NZ.

Pekerjaan interpreter sangat jaranga ada, sifatnya sporadis, upah saya sebagai interpreter 100 euro/hari dan paling untuk 5 hari kerja dengan rata2 dibawah 8 jam sehari. Mengapa anak Bali itu memilih jadi  pemetik buah, karena upahnya tinggi dan kontrak setahun dua.

Bandingkan dengan TKI Sasak, pendidikan rendah, ketrampilan tidak ada, omong bahasa sasak saja cepat lupa. Kebanggan diri tidak ada di kalangan pepadu Sasak. Identitas kita sangat rapuh. Meskipun sudah  kuliha sampai S3, coba Tanya apa yang diketahui tentang kesasakan. Atau sederhananya apa artinya menjadi Bangsa Sasak bagimu, semeton? kalau gak sanggup jawab, tanya yang lebih mudah lagi, apa artinya jadi seorang muslim? Tidak bisa juga ? tanyalah; apa yang engkau inginkan dalam hidupmu?

Kalau sudah dapat menjawab pertanyaan itu, di Lombok juga bias dapat  uang besar…

Cukuplah Allah menjadi pelindungku dan penjaminku, aduhai mengapa tidak juga yakin? SMS santet saja bikin pingsan, gimana mau kerja benar?

Wallahualam bissawab,
Demikian dan maaf

Yang ikhlas
Hazairin R. JUNEP

Cerite Kontex Sasak

Saturday, April 19th, 2008

Amax Jujur

Lex sopox dasan sax jaox gati olex embe embe, kocap cerite sopox dengan sax banget jujurne. Ye idup kance seninaxne doang kance duwe. Idup dengan sine bau teparan serbe kurang six miskinne. Pegaweanne  boyax kayux sax tejual six seninaxne lex peken.

Sekex jelo lalo dengan toax sino ojox gawah boyax kayux, ye jaux  kandik (kapak) sax wah congang dait bulat six pade toaxne six epene.  Parexne lampax lex jambatan kayux rebax sax malang lex atas kokox,  kesait naene six pempang gero, kelepos kandikne, gerix tipax kokox sax dalem aixne.

Kesusah aten amax sino, berembe entan jax nyelem boyax kandikne. Selun selun sugul kanak bajang ke solah ruenne. Beketowan kanak bajang sino;” arak ape amax?” Amax sino bejawab; ” O.. sanak, kandik ku  kelepos gerix tipax aix. Berembe jax entanke boyaxn. Aix dalem dait gowar endah”.

Kanak bajang sino langsung ne endeng ijin jax boyaxang kandikne, sendexman ne setuju amax sino, kanak bajang lansung nyemporon nyelem. Jelap gatine nyelem selun selun njelong metitox kandik perak, muni ye;
” ine kandixde? Kandik perak sine..” “O…ndex ye sanax, kandik ku sino ndexne perak” jawabne. Nyelem malik kanak bajang sino terus sugul olex aix.  ” Ine kandik de amax? Ine kandik emas…” beketowan sampixen nyempru aix “Ndex ne ye sanax, tie jax emas, kandik ku besi towax” ongkatne Kanak bajang sax sejatine malaikat sino, irox gati six kejujuran amax sine. Langsung ne beang amax sino 3 kandik sepisanan (sekaligus).

Wah tadah suwe, pas ne buwex kayuxne, lalo malik amax sino boyax kayux jok gawah. Lagux nane jax jauxne seninaxne milu. Kejarian kedampes lex pempang kayux sino malikne ulang. Celake lex kejarian sine seninaxne gerix terus keselem ilang te belot six aix kokok. Amax sino nengkerak nangis gita nasib seninaxne sax keselem.

Bebajang sak solah sino dateng ye malik jax betulung. Ndexne paye ngantih langsung ne nyemporon. Arax sekejep jamax ne nyelem, langsungne sugul ngangkat Miss Universe asal Venezuela. Sampixne nyempru aix beketowan ye;” Amax ine seninaxde ke?”. Amax langsung bejawab:” aox” Malaikat sino sili gati terus ne muni, ngome; ” Amax, side sine wah towax lagux kembexde lekak lalox, inget entan dengan…senyorita  (dedare) sine ndexne seninax de, makat de ngakux ngakux amax, side lekak doang jari tau!”.

Sampix leger amax sino bejawab; ” O… sanax sax solah, taox mex aku ne manuse sax banget miskin. Aku takut lamun mex jax beang aku telu seninax, terus berembe jax ntanku sadex dengan nina telu mangan, jari
aku indeng indeng cukup sekex bae, ye wah tiye….sopox”. Langsung ne bait dedare sino terus ne jaux ulex.

Glosarium :
Senorita – nona (b.Spanyol)
Kandik/kandek - kapak
Kesait- nyangkut
Kedampes- tersandung
Nyemporon – terjun ke air
Nyempru- menyemburkan

Learning from TG & TT

Monday, April 7th, 2008

Tak habis rasa kagum dan bangga saya pada selera sastera yang kritis dari papux balox Tau Sasak yang menorehkan satire TG dan TT itu.

TG adalah representasi warga kelas tinggi, bisa sebagai datu atau bangsawan atau yang lainnya. TT adalah gambaran rakyat jelata yang kehidupan kesehariannya penuh dengan keringat tetapi selalu polos mengharap arahan, tuntunan dan perlindungan dari pemimpinnya, tanpa prasangka buruk sedikitpun.

Orang pintar ada batasnya sedang orang bodoh tiada batasnya, maka demikianlah pergulatan dua tokoh tokohan diciptakan dalam dongeng mengenai tokoh tokohan dalam dunia nyata. Tokoh tokohan dalam dunia nyata adalah manusia yang hanya mampu bicara sebatas ucapan dibibir (lip service) sehingga derita rakyat tak pernah terhenti. Mereka yang bercokol di singgasana, yang digambarkan sebagai pohon asam adalah manusia yang tak mau berhujan panas tetapi menikmati hasil paling banyak.

Mengapa pohon asam bukan pohon jambu batu? Pohon asam adalah penghasil buah yang rasanya manis tetapi kecut dan gunanya untuk penyedap makanan atau untuk membersihkan logam dari dakinya agar berkilau. Penyedap makanan hanya sekejap fungsinya, sekedar lewat ditenggorokan setelah tertelan perut tak tahu menahu kecuali menggilas.Kenikmatan sesaat yang tak perlu dikejar kejar. Harapan lebih besar tercurah pada buah asam agar dapat membersihkan akhlak pemimpinnya agar berkilaulah  kebijakan kebijakannya yang mengarah kepada kesejahteraan rakyat jelata.

Penghianatan atas harapan itu berbuah pada konflik berkepanjangan,  antara TG yang mulutnya besar. Binatang apalagi yang lebih ribut selain dia. Dan TT juga begitu, badannya kecil tetapi suaranyapun hanya dapat ditandingi TG. Dua tokoh tokohan yang setali tiga uang, hanya mendengar diri sendiri dan buta tuli pada sekitarnya.

Konflik berkelanjutan karena TT alias rakyat jelata merasa ditipu mentah mentah oleh datunya TG. TG dengan kekusaan besar memburu TT yang dianggap memberontak. Dengan kemampuan nalar yang sangat sempit, TT hanya bisa berputar disekitar tanah berlobang dan kumpulan tengkulak. Tengkulak adalah salah satu penanda musim dalam tradisi bertutur Sasak. Kalau ada ungkapan musim perekong (mengkerut) tengkulak, maka artinya saat itu cuaca cerah tetapi udara dingin selam 24 jam. Penanda musim mewakili waktu, kesempatan dan keberuntungan. Setelah berlari kesegala penjuru diantara lobang lobang yang banyak TT menemukan tengkulak untuk bersembunyi. Ya, kalau sudah sampai kepada saat yang ditentukan pasti ada tempat berteduh dan  beristirahat dari rasa takut yang tak berkesudahan. Bila sampai waktunya seorang manusia akan hening dan memilih sebuat perhentian dimana dia mengakui segala keterbatasannya yaitu seputar tengkulak. Tengkulak adalah alam atau sphere of formless bagi sang TT. Dia menerima segala nasibnya pada tataran yang tak berwujud.

TG dengan kekuasaan yang besar tiba juga pada saat dan tempat yang sama tetapi dua tokoh ini telah dikodratkan menjalani hidup berbeda. TG di atas TT di bawah, masing masing tak tahu bahwa di atas ada bawah, di bawah ada atas. Kepintaran TG berakhir sampai disitu, kebodohan TT terus berlanjut. Ketika TG berteriak lancang dengan  ancaman mengerikan TT hanya berzikir dalam dunia tanpa bentuknya. Sementara TG mendengar suara yang mencapai telinganya yang bernafsu, hanya berupa sahutan biasa seekor kodok. Oleh karena kecongkakan dan pelanggarannya akan batas batas hukum dan kemanusiaan membuatnya menjadi lupa daratan. Didalam khazanah kultural bangsa Sasak pelanggaran hukum dan nilai kemanusian (moral) disebut sebagai PEMALIX atau taboo. Dan barang siapa yang dengan pongahnya melanggar pemalix itu akan mendapat hukuman berupa kematian baik mati dalam arti sebenarnya atau kehilangan martabatnya samasekali.

Demikianlah TG yang mendengar zikir TT sebagai sahutan untuk dirinya dan akhirnya dia menemukan sendiri bahwa dia telah melanggar pemalix. Menghianati amanat sebagai datu dan talah berbuat sewenang wenang kepada rakyatnya. Kesadaran terlalu lama datangnya, kepintaran ada batasnya, siapakah yang dapat menyelamatkan TG? Baiklah kita akhiri saja dongeng jenius asli Sasak ini.

Wallahualam bissawab,
Yang Ikhlas,

Hazairin R. JUNEP
(sasak tegodek tegodek)

Tegodek godek dait tetuntel tuntel

Monday, March 31st, 2008

Cerita asli Sasak ini adalah sebuah satire (sindiran) terhadap Orang Sasak yang mencerminkan peri kehidupan orang perorang dalam masyarakat.

Kepandaian Bangsa Sasak dalam bertutur sungguh terang dan jelas. Kalau di dalam kesasteraan Bangsa Jawa dan lainnya di Nusantara ini baik karya satire apalagi cerita, nama2 tokohnya langsung disebutkan hatta dalam bentuk fabel (cerita hewan).

Misalnya Kancil nyolong timun (sang Kancil mencuri timun) adalah gambaran watak manusia culas cerdik dan pencoleng. Sedang Pak Tani adalah gambaran Tuan Tanah (Takur) yang pelit pandai dan disiplin. Kancil juga bisa mewakili rakyat kecil miskin yang ditutup jalannya mencari nafkah karena Tuan Tanahnya memagar tanaman timun. Yang  berarti menutupi akses bagi orang kecil mencari rezeki.

Orang Sasak lebih terang terangan dalam bicara, sampai rajapun bisa diperoloknya.  Karena langsung menohok itu orang Sasak terbiasa mendengar sindiran tajam dan lama2 kebal dan itu membawa petaka dalam kehidupan seahri hari. Mereka kurang saling mendengarkan akibatnya teriak keras kepada masing2 lawan bicara. Tidak sedikit  akhirnya berkelahi.

Sekarang kalau ada orang yang menyindir Bupati atau TG paling banter ditertawakan, karena dikira sedang melucu. Bagaimana tidak waktu mereka mau menyindir TG dibuat cerita Tegodek godek, artinya monyet monyetan, bukan monyet asli. Kalau orang mengumpat dengan kata; monyet kau! Terang sekali seseorang telah difitnah sebagai monyet. Tetapi kalau ada yang bicara; monyet monyetan lu! Orang akan geli. TT juga
demikian kodok kodaan lu! Yang dengar tentu berfikir; ini orang sedang sawankah?.

Itu kalau kita sekilas saja memperhatikan dongengnya tetapi renungkanlah bahwa kalau yang dimaksud monyet adalah seseorang yang digambarkan berwatak monyet maka baik monyet yang dikorbankan untuk mendeskripsikan orang itu maupun orang yang didiskripsikan sebagai monyet adalah nyata adanya.

Timbul pertanyaan, jadi mengapa bangsa Sasak berputar putar kalau mau menyindir, langsung saja katakan demikian, maksdunya orang tersebut seperti monyet.

Lain lubuk lain ikannya, orang Sasak memang straight to the point maksudnya adalah kalau orang yang disindir sebenarnya adalah orang yang tidak pantas menyandang nama atau gelar yang diembannya. Misalnya Tuan Guru Tuan Guruan jadi buakn Tuan Guru beneran tetapi memangku kekuasaan penuh dan berbuat onar. Tuan Tanah (Takur) bukan TT beneran tetapi mengangkangi tanah rakyat misalnya.

Karena Orang Sasak tidak suka memfitnah maka mereka menyindir dengan gaya senepe atau bahasa simbul. Misalnya seperti dongeng Tegodek godek itu. Tegodek godek mewakili tokoh palsu, culun tapi berlagak hebat. Di Lombok sering ada kiyai kalau ceramah mereka selalu tanya: “BETUL?”. Serentak jamaah yang dibuai menjawab :” Betul”. Mengapa tidak ada yang bilang sebaliknya. Itu juga bagian dari cara orang Sasak untuk menyindir. Betul apa yang dimaksud adalah banyak sekali, misalnya betul kamu tolol, karena kyai kok minta legitimasi pada jamaah yang bego. Kalau kami pintar buat apa berjejal dan melempar uang ke mimbar?

Jamaah bego itu digambarkan dengan TT yang berkuasa tapi bodoh dan selalu berlagak hebat padahal hanya lepang lolat dibawah tempurung. TT adalah tuan didalam dunia seluas tempurung kepalanya. Pisang orang tak pernah dikontrol, karena tidak punya wawasan akhirnya ditipu mentah mentah oleh TG, yang selalu bilang, betul saya juga, tiap dia bertanya sendiri tentang berapa daun pisang TT. TG yang belum pernah merasakan
panas hujan kecuali memberi bibit (omongan) jadilah dia yang mendapat pulung (keuntungan). TT tahu TG-nya itu tegodek godek dan TG tahu jamaahnya adalah Tetuntel tuntel. Buktinya mereka saling cari untuk saling melengkapi…

Dizaman dahulu cara menyindir mungkin efektif karena itulah strategi yang diterima masyarakat. Dimasa kini Bangsa Sasak harus tetap to the point, tapi lebih lugas begitu. Misalnya harus katakana dengan jujur TG tidak usah mengotori jubah, artinya diam saja di mimbar begitu lo! TT kamu jangan nyalon lagi karena periode kemarin rakyat busung lapar semua. Atau apaan calon independen dari Sasak Community, kalian kencing saja belum lempeng mau jadi datu… sana ikut latihan rudat saja.

Demikianlah Bangsa Sasak mengontrol masyarakatnya lewat sindiran2 langsung, bersahaja tapi tajam.

Wallaohualam bissawab

Yang ikhlas,

Hazairin R. JUNEP
sax ndex girang meno meno maseh)

Romboxang ite cahye!

Monday, March 24th, 2008

Lex sopox jelo sax jax ne bis lex idup penyaer Jerman, Goethe (1749-1832), maux ye  muni sax penutux gati. Ongkat ne:” Mehr Licht!”. Lamun te base Sasakang ongkat sine bau ye kene : Romboxan ite cahye!”.  Ye mele te beng dile ape lilin sax luwexan, wayah sene. Atawe te bukaang ye jendele adekne seke terang?

Kendaitan (ternyata) ye, ndex ne mele sinar lilin ape dilah, lagu lain gati citene. Sax jari melexne seno adexte beriuk romboxan pemengan akal (penjelasan intelektual), adexte romboxang penaox dit kesejatian (kebenaran).

Lex mase ne idup Goethe, ye wah gitax  kebingisan manuse sax saling petiglang, sax  kowat merentah sax lemah. Napoleon te kalahang six Enggris dit Sulingen atawe Prusia (Jerman). Terus bae menuse saling kaken, lengan seno peradaban seken ndex keruan ruene. Ye ampoxne meno ongkat Geothe parexne sax jax tilar.

Cahye sino tandox upame ilmu penaox. Jari lamun seke luwex dengan berilmu seken benah gumi. Lex dalem ajaran Islam arax pesen pekare sax luwih utame sekex manuse berilmu timbang siyu dengan sembayang.   Meno entan Islam sax luwar biase  ngajin ilmu seno. Lagux berembe jage tadahne, seken kurang doang menuse Sasak sax boyax ilmu. Tetu masjid penox jangke siyu lex sopox kote doang. Lagux luwexan dengan nunduk nungke doang. Wah inggas besembayang ibarat mangan lex warung bilin taisne piring selapux sax gemi wahne sax bayah. Ndarax lio  kiri, kawan, julu, mudi. Ino sopox tandox dengan nglakonang ape juax tampe ilmu penaox pekare sax ne gawex.

Ape sax te sebut lex Berajah Jejati (Quantum Learning), berajah yesino,”interactions that transform energy into radiance”. Watesan (definisi) sino tebait olex rumus E=mc2 dowen Tuan Guru  Einstein. Kire kire base Sasakne :  berajah  yesino tepade saling badax ajah adexne bau tewujutang enersi jari cahye. Tuan Guru Einstein seno dengan Yahudi, lagux ke solah ongaktne pekare ilmu dait agame. Ngene ongkatne:” Agame tampe ilmu kepax, Ilmu tampe agame pekek”.

Berajah semule jatine yesino tuntunan lex dalem usahe pewujutan sifat (karakter). Karakter asalne olex base Latin sax bemaxne pahat. Jari usahe ngewujutang karakter yesino te ngukir jiwa adexne bau jari wujut sax  ruenmesax (unik), tedemenang (menarik) dait  ndexne pade six  baturne.

Berembe carente yax ngukir barang sax ndex berwujut seno? Pekare mudax, ape jax sax bewujut?. Kan wah beduwen te Agame Islam, sax mule jatine beduwe ajaran sax ndex bewujut ndah. Ye te kadu ngukir. Panutan sejati (role model) tetu tetu te perluang lex usahe sene. Ndex ne kanggo sekedar CCD (cucuk cucuk doang) alias teori. Lagux sai bani ngeraos ye mesax mesti ne gawex. Dalem Islam syarat jari Muslim marax basen Nabi SAW arax sopox, yesino ndex te kanggo lekak!.

Kembexne nane sene rue ruen jax Bangse Sasak jari bangse Indlander, ndex sadux dirix, ndexne arax ketempo kemajuan, selain dengan besiax jari selingan maling, ye luwexan dengan beseang. Lagux masi doang dengan demen pade merarix, datu endah demenne maux pajek jari ape sax jari deriten tite ye jari bati belex tipax dengan lain. Pekare ne sugul terus sengax ndarax panutan sejati atau role model.

Selapux kanak tekirim besekole, olex SD sampex S1, S2 malah luwex S3. Lagux cerobax pade te pedasang pacu pacu. Luwexan kanak sino, berajah marax latihan rage. Ndarax gumane berajah sampixne ngukir diri. Nggaxne palexne nilai olex pengajarne. Pegajarne muni ape, lemax murid tesurux muni marax meno lex ujian, jari ape bedan six beo meno?

Lamun wah pade tutux besekole, beriukne boyax pegawean adexne maux kepeng sebelex belexne. Sengax wah sesuai dait lelampan idupne waktune berajah seno. Waktune berajah ye pade ngerasax marax nyeken beli ilmu, marax dengan telateh tinju, bayahne mahal sengax lamun jari juare yaxne maux kepeng belex. Arax sopox Hakim Agung Amerika sax muni, pikiran dit berajah sino pade sik otot dit awak, pade bau te jual beli.

Lagux  nggax nggaxne sax ndex ne bau te jual beliang ye sino  KARAKTER.

Pire dengan sax te paran pinter, ndexne kowat atene begawean, ye sugul tame doang lex mbe juax taoxne. Pire dengan te angkat jari datu, ye kurang dirix six ne beridap. Ye ampoxne pade girang korupsi. Sengax ye paran lamun luwex harte berue bale bagus mobil mewah, barang barang sino bau ne kadu angkat derajatne adekne te ajin six dengan luwex. Bareh julux,  wah keluwex  dengan kekapax rebax wahne sax bis jabatanne? Pire dengan wah sax te pecat, pedahal gelar ne bederek ngiring aran ne mulai olex Kyai, Haji, Tuan Guru, Raden, Lalu, titel akademis maux beli atau honoraris, pade jelungkur. Arax sopox sax ne pade lupax, ilmu sino lamun tetu te boyax, terus teukir lex dalem pikiran sak wujutang karakter sejati manusie, selapuxne yax berubah jari cahye.

Ngkahang wah besekole lamun pade boyax barang sax bau te jual beli. Araxan ndot lex bale, kadu keping sekole seno jari modal. Nendak empax melong ape cumix, geroang terus jual lex Sweta. Jelapan maux keping kadu beli mobil, rezeki halal dait bagus. Ndarax korupsi ndarax dengan jelungkur selun selun. Lagux sax tetu besekole kerna ngelakonang perintah De Side Allah dait RasulNe, terus jaux pahat dait ukir diri, terus ukir selapux kanak bangse Sasak adexne pade jari manusie sejati, sax sembahyang kerne taoxne ape ne gawex. Bangse Sasak mesti ne dait julux jati dirixne, adekne jari Bangse Merdeke. Atene ikhlas, penaoxne gowar, ibadahne belo, amal sholehne bemanfaat, ino selapuxne jari dilah sax terang benderang lex Gumi Selaparang.

Mule Nenex kaji Sak Kuwase epen selapux penaox

Marax meno julux,

Selamet dait ampure,

Sax Ikhlas,

Hazairin R. JUNEP

(masi bedilah jamplung)