Archive for the ‘pendidikan’ Category

TKI SASAK

Tuesday, May 20th, 2008

Assalamulaikum WR WB

Saya sukanya flash back agar dapat belajar dari sejarah, sekedar belajar mengambil hikamh saja, jangan sekali mau kembali ke sejarah.

Akhir th 70 an pepadu2 sasak sangat bergelora semangt belajarnya, salah satu yang memukau adalah elektronika. Beebrapa tahun setelah itu booming intercom dan alat elektronika, bangsa sasak yang telah gembar gembor belajar tidak mebuat apa2 kecuali jadi penikmat barang elektronika mulai pertengahan 80an.

Akhir tahun 80an booming krusus computer, diman mana pepadu2 berebut jadi ahli computer yang waktu itu masih rumit operasionalnya. Sekarang  internet dan IT pada umunya sudah merajalela diseantero nusantara. Berapa biaya habis untuk elektronika, komputer dan IT sampai detik ini? Tak ada yang mau menghitung.

Tidak ada yang salah pada trend2 yang terus berubah dan dikejar dengan tertatih tatih oleh para pepadu kita. Maslahnya adalah pendidikan dasar umum diabaikan. Mereka merasa cukup kalau sudah bisa bikin walki talkie dan interkom dan kini bangga sekedar jadi pemakai internet, meski hanya 1% saja dari total penduduk.

Keterampilan hidup (life skill) yang bersinggungan langsung dengan peri kehidupan bangsa Sasak ditelantarkan. Para pepadu yang seharusnya siap meneruskan pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan yang seharusnya menuju modernisasi tidak ada yang urus. Sawah banyak berubah jadi lahan kering dan rusak karena irigasi hancur.  Peternakan, perikanan tidak dimiatikarena kotor dan uang kecil. Karena tidak suka uang kecil uang besar tak juga datang, momot sudah… kalau segala sesuatu penyokong kehidupan seperti disebutkan itu diabaaikan, karakter macam apa yang bercokol didada pepadu kita?

Ketika lapangan kerja makin menyempit, tenaga melimpah keterampilan rendah, tidak ada pilihan jadi buruh petik Sawit atau buruh bangunan di Malaysia. Orang pemerintahan tak merasa terusik melihat ratusan TKI bergelimpangan. Di bui diusir dst.

Banyak orang pemda dan anggota dewan yang melancong ke LN untuk studi banding tidak lebih untuk memuaskan kegawahannya, hanya heran dan menghabiskan uang saku… seharusnya mereka mencatat baik2 TKI yang seperti apa dibutuhkan di masing2 negara dan lalu disipkan. Tidak, sekali lagi tidak, orang2 itu malah merancang cara2 kotor untuk mengambil keuntungan dengan menipu TKI dari berangkat sampai pulang.

Anak2 Bali dan Jawa yang pergi ke Australia dan NZ telah disipakan dari rumahnya. Th 2005, Ada seorang pemuda Bali yang mengajukan permohonan bantuan 2000 dolar untuk mengurus pekerjaan di NZ sebagi
pemetik buah. Kami tidak memenuhi permintaannya karena dia tak dapat melaksanakan syarat yang ditentukan. Sebulan kemudian saya dengar dia jadi interpreter di pabrik mebel di Jepara, untuk mengumpulkan uang agar dapat jadi tukang petik buah di NZ.

Pekerjaan interpreter sangat jaranga ada, sifatnya sporadis, upah saya sebagai interpreter 100 euro/hari dan paling untuk 5 hari kerja dengan rata2 dibawah 8 jam sehari. Mengapa anak Bali itu memilih jadi  pemetik buah, karena upahnya tinggi dan kontrak setahun dua.

Bandingkan dengan TKI Sasak, pendidikan rendah, ketrampilan tidak ada, omong bahasa sasak saja cepat lupa. Kebanggan diri tidak ada di kalangan pepadu Sasak. Identitas kita sangat rapuh. Meskipun sudah  kuliha sampai S3, coba Tanya apa yang diketahui tentang kesasakan. Atau sederhananya apa artinya menjadi Bangsa Sasak bagimu, semeton? kalau gak sanggup jawab, tanya yang lebih mudah lagi, apa artinya jadi seorang muslim? Tidak bisa juga ? tanyalah; apa yang engkau inginkan dalam hidupmu?

Kalau sudah dapat menjawab pertanyaan itu, di Lombok juga bias dapat  uang besar…

Cukuplah Allah menjadi pelindungku dan penjaminku, aduhai mengapa tidak juga yakin? SMS santet saja bikin pingsan, gimana mau kerja benar?

Wallahualam bissawab,
Demikian dan maaf

Yang ikhlas
Hazairin R. JUNEP

Republik Anak Ranting Nusantara

Tuesday, May 6th, 2008

Assalamualaikum WR WB

Dahulu Negara Republik Indonesia di usung beberapa orang seperti Soekarno Hatta Sayahrir Agus Salim Natsir dan lain lain. Deretan nama nama itu tak ada koma karena mereka satu jiwa. Ya jiwa mereka menyatu  dengan derita dan impian rakyat jelata. Mereka boleh tak punya uang atau pakaian apalagi kurang makan. Tetapi mereka tak pernah kekurangan akal dan impian mereka tak pernah hilang bahkan sampai bertahun tahun setelah mereka wafat. Kemudian Soeharto menyangganya dengan segala kekuatan demi tegaknya harkat dan martabat anak bangsanya.

Negara Republik Indonesia yang kaya SDM dan SDA, adalah suatu tempat yang langka dengan kekayaan besar seperti itu. Ketika tidak banyak orang melek huruf, martabat bangsa ini luar biasa tinggi di hadapan
bangsa lain di dunia. Karena pemimpinnya tahu siapa yang berdiri dibelakang mereka yaitu rakyat jelata yang siap mati membela mereka dan tanah tumpah darah Indonesia.

Sekarang 80% rakyat telah mengenyam pendidikan dasar sekurangnya SD, itu adalah malapetaka besar, sumber dari sumber segala malapetaka yang berkepanjangan ini. Mereka yang berpendidikan dasar, menengah dan tinggi tidak memperlihatkan perbedaan perilaku. Secara Kultural  bangsa ini dilanda khaos, dimulai dengan eforia kebebasan yang melampaui batas. Secara politik lebih kacau balau lagi karena lompatan besar dari masyarakat semi tertutup langsung dibuka terlalu lebar dan bahkan segala pintu telah dijebol sedemikian rupa sehingga siapa saja masuk tanpa permisi.

Riwayat Negara yang Bebas dan Aktif telah berakhir bersama tumbangnya martabat manusia yang menghuni tanah seluas 2 juta kilometer persegi dan jangan lupa masih ada 3 juta seratus ribu kilometer persegi
lautan yang membentang tak terurus. Mulailah tangan tangan raksasa asing mencabik cabik tanah ini, lewat segala cara dan meliputi semua lini kehidupan. Setelah tumbang harkat dan martabatnya, penyakit penyakit paling kuno yang hanya bisa menulari manusia terbelakang muncul lagi. Tiba tiba flu burung memusnahkan ayam kampung kita dan secepat kilat kita harus mengimpor bangkai dari negara entah berantah. Kita mengimpor peyakit dan sekaligus obatnya.

Tiap senin dan kamis informasi berubah, kebijakan diganti. Tiba tiba makananpun menghilang, sektor pertanian yang menghidupi rakyat jelata terbengkalai karena kita ternyata telah menjadi pak turut. Bangsa
besar telah menjadi kerbau yang dicucuk hidungnya, menuruti kehendak jahannam yang menunggangi segala hajat hidup rakyat.

Setelah kesehatan dan ekonomi ditumbangkan tinggallah politik yang memang rapuh berdiri doyong, hanya satu gertakan saja robohlah perpolitikan kita. Tiba tiba kuku kuku neoliberalis telah mencabik cabik wajah pendidikan kita. Para pemimpin negeri telah menjual masa depan anak cucunya sendiri. Mengikuti tawar menawar pasar perbudakan jangka panjang. Guru telah lenyap dan diganti para pekerja dibidang pendidikan. Pendidikan juga telah sirna diganti dengan usaha pelatihan di sekolah. Dan Sekolahan telah disulap sekedar jadi tempat mengasah kecakapan anak menjawab teka teki atau puzzle yang bernama UN (ujian nasioanal).

Bagi rakyat jelata pendidikan adalah harapan satu satunya untuk menolong mengukir watak anak bangsa agar menjadi manusia berkarakter dan berbudi luhur. Sekarang tak ada ukir mengukir, yang ada adalah
mencelupnya dengan seragam yang sama. Melalui kolam kolam pencelupan merah hitam seorang anak manusia ditentukan oleh celupan dua tiga hari itu. Setelah selesai akan ada barisan panjang dan tingal dipilih mana yang terbaik untuk dikirim ke pabrik pabrik perbudakan masa depan.

Kapitalisme dan neoliberalisme telah memporak porandakan peradaban anak bangsa, tiba tiba hilang sudah rasa hormat satu sama lain. Pada saat lengah berapa ribu generasi muda yang cerdas diambil dengan cuma
cuma. Yang tidak memenuhi standar tetap tinggal di negeri sendiri. Kelak jahannam tidak perlu  menggunakan tangannya lagi karena tangan anak bangsa yang telah direkrut bertahun tahun telah menjadi pelaksana harian dalam proyek pemusnahan atas saudarnya sendiri.

Negara dikelola oleh wayang dengan dalang asing, politik diarahkan menuju win win solution, engkau dapat aku dapat, memang rakyat juga dapat tetapi hanya dapat penderitaan. Semua telah dikerdilkan kepada
tujuan sempit untuk menjaga kepentingan bisnis negara negara yang memberi renten kemudian mencekik sampai pingsan.

Sekarang kita sedang pingsan, cepatlah sadar dan bertindak dan mulailah satu hal kecil saja. Kembalikan hak guru sebagai pengajar dan sekaligus penguji bagi muridnya. Murid belajar dengan kesenangan bermain anak anak karena pendidikan adalah sebuah proses seumur hidup. Tidak boleh ada penilaian hanya dua tiga hari dengan menapikan kelebihan anak didik diberbagai bidang lain. UN hendaknya digunakan sebagai survey kemajuan secara umum dan tidak menentukan lulus tidak lulusnya seorang murid.

Pendidikan telah berubah menjadi ladang pertempuran dan pengejaran terorisme kelas berat. Sampai satuan khusus Brigade Mobil densus 88 harus diturunkan. Betapa pemimpin bangsa ini telah begitu kebelinger,
mabuk berat sehingga sekolahpun dimasukkan dalam daftar sarang teroris…

Pendidikan telah dikerucutkan dan dipres menjadi sekedar ujian nasional yang sia sia, sekolahan telah berubah menjadi medan perang melawan teroris. Negara telah berubah menjadi ranting daripada cabang
Negara kaya dan besar pemberi renten dan saketika berubah menjadi Republik Anak Ranting Nusantara yang siap menyediakan 250 juta budak masa depan.

Wallahualam bissawab

Demikina dan maaf

Yang ikhlas
Hazairin R JUNEP

Introspeksi dan retrospeksi

Thursday, April 10th, 2008

Assalamulaikum WR WB,

Saya belum pernah bahkan mebayangkan Selaparang secara geopolitis, bagi saya Selaparang hanyalah nama lain tanah Sasak atau Lombok. Saya menulis menggunakan kata Selaparang beberapa kali karena sebagai Sasak perantau, hanya nama itu yang terngiang selain kata Lombok. Saya ingat sejarah kata Jawa, bahwa itu diucapkan pertama kali oleh bangsa Greek (Yunani) yang berusaha keras mencapai Nusantara sejak Zaman Iskandar Makduni atau Yang Agung (325 SM). Mereka tiba pada abad ke 2 M, lama sekali baru ada yang bisa sampai, berapa generasikah? Tidak tahu, yang pasti mereka belum pernah berhenti bermimpi dan berjuang mencapai Nusantara. Saat mereka menginjakkan kaki di pulau yang indah mereka teriak; “YEVA” artinya cantik. Dari kata Eva, Hawa, muncullah Jawa, Java, Hava dan Yava. Lebih dari 1800 tahun nama itu dipakai oleh orang Nusantara. Dan orang Sunda, Banten, Betawi, Baduwi serta 5 bangsa yang mendiami Jateng dan entah berapa bangsa di Jatim, belum pernah ada yang menggugat. Orang Jawapun tidak pernah mengklaim tanah  pasundan sebagai miliknya. Tentu salah satu sebabnya adalah karena nama itu hanya untuk penanda peta belaka, meskipun akhirnya ada juga bangsa yang menyebut diri Jawa juga.

Saya mengajak kepada semua dan terutama diri saya sendiri untuk menempa diri dengan senantiasa berlapang dada atas pandangan yang berbeda. Tulisan2 saya berkali kali menyatakan bahwa maksud dan tujuan saya menulis di milis ini adalah dalam rangka saling asah asuh atau sebagai pencerahan. Kalau bukan karena itu untuk apakah saya bersusah payah menghabiskan waktu dan energi. Saya sungguh menginginkan Bangsa  Sasak maju dan terutama yang secara langsung membaca tulisan ini.

Tiap orang di milis ini adalah unik dan jalan hidupnya juga unik. Jaminan hak kebebasan diberikan Allah bahkan untuk menentang firmanNYA sekalipun. Apalagi kita hanya di sesangkok ini, hukum kita adalah  kesepakatan untuk saling mengerti dan saling mendorong kepada kemajuan bersama. Marilah kita berlapang dada senantiasa, karena pengalaman hidup didunia nyata memberi kita pengetahuan bahwa Bangsa Sasak kurang maju karena tidak lapang dada dalam menerima perbedaan.

Yang saya herankan adalah mengapa kita begitu militan, menganggap seolah kalau ada kelompok yang saling menyahut dalam milis sebagai orang2 yang sempit. Seumpama kelompok yang dianggap terlalu Lotim. Kitapun sangat konservatif dalam mengemukakan pandangan, bahwa kita harus memperhatikan orang lain untuk diangkat kepermukaan. Tetapi bagaimana kalau kita tidak menguasai persoalan? Bukankah akan kacau balau kalau kita paksakan. Alangkah baiknya segala sesuatu dibiarkan tumbuh dari sisi manapun. Milis ini adalah untuk komunitas Sasak, oleh karena itu marilah kita senantiasa membaca dalam kerangka kesasakan itu. Sekali lagi Kesasakan.

Mengapa kita harus persoalkan LOTIM LOTENG dan LOBAR, apakah kita sadar bahwa nama2 itu adalah bersifat administratif. Peta hanya ada di buku geografi dan atlas, garis2 dibuat manusia menuruti kelok2 egoismenya. Untuk apa kita membawa garis2 itu ke sesangkok kita kalau akan memperkeruh keadaan saat sangkep berjalan. Lupakanlah batas geopolitis itu.Loteng dahulunya adalah bagian dari Lotim. Pernah saya katakan pada semeton Sulye Jati yang asli Praye, bahwa saya menetapkan diri menjadi Sasak yang bersahaja. Lihatlah saya menulis menggunakan bahasa Selong untuk pertama kali pada  hari ini. Agar saya dapat menunjukkan kesasakan yang lebih mewakili, bagian tertentu. Bila kita tak mengerti bukankah kita dapat bertanya. Kalau ada yang salah bukankah kewajiban kita untuk memperbaiki. Saya juga menulis puisi2 sasak dengan tulisan biasa. Tidak ada penyusunan yang mengarah kepada teknik memudahkan pembaca untuk menikmatinya. Kalau saya susun dengan cara seolah sedang mengajar orang mengapresiasi alangkah tidak bijaksananya. Bukankah semua dapat menyusun kalimat itu dan memotongnya sesuka hati? Dari kreatifitas itulah akan kita dapati pembaca yang mumpuni. Ibarat masakan, ada yang dapat dicampur ada yang harus dipisah atau bisa juga tidak peduli hantam semua. Demikian pula terhadap tulisan lain, setiap orang dapat bereaksi sesuai dengan keunikannya. Hatta dengan persepsi keliru sekalipun. Halaman milis tak akan habis untuk menulis tanggapan dan koreksi dan disitulah intinya, kita saling asah asuh

Marilah kita tunduk kepada hati nurani kita sendiri, dengan pikiran  jernih dan kepala tetap dingin kita buka segala kemungkinan untuk menyampaikan pendapat. Tidak ada maksud membela si ini atau si itu. Apalagi hendak menyinggung perasaan seseorang. Orang muda belajar dari orang tua dan orang tua juga belajar dari yang muda.

Demikianlah matahari berputar dari barat ke timur dan sesekali rembulan muncul di gulita malam. Sesiapa yang sanggup mencari hikmah dan menebarkannya, maka dialah orang yang paling beruntung. Hanya sesederhana itu semeton jari inax amax….

Wallhualambissawab

Demikian dan maaf,

Yang ikhlas,

Hazairin R. JUNEP

Iman yang berselingkuh

Monday, March 31st, 2008

Lebih dari satu miliar penduduk dunia mengaku dan memasang identitas diri sebagai Muslim. Mereka dengan bangga menunjukkan diri sebagai panganut Islam yang paling hebat. Dari Afrika Utara sampai Philippina dan bahkan seantero dunia ada banyak kaum itu. Di Eropah tersebar cukup besar warga muslim; di Inggris, Perancis dan Jerman sedang di negara UE lainnya lebih kecil jumlahnya.

Penyebaran ini terentang dari ujung barat ke timur dan dari utara ke selatan mencakup lebih dari separuh globe. Layaklah para penganut agama ini mempunyai kultur dan tradisi yang sangat berwarna warni. Di negara berpadang pasir luas dan terik matahari kejam dan angin berpasir bergolak tidak akan sama perilaku manusianya dibanding dengan  negara yang hijau, tenang dan damai alamnya seperti Indonesia. Islam sebagai keyakinan dan cara hidup telah memberi sumbanagan sangat besar bagi peradaban dunia modern. Semua orang sudah tahu bahwa abad pencerahan yang disebut renaisance itu terinspirasi dari kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapai kaum muslim, kala itu. Cendekiawan Kristiani dan Yahudi banyak sekali belajar di universitas Islam yan sangat bermutu di Timur Tengah maupun Spanyol.

Islam datang sebagi penyelamat manusia yang mulai berselingkuh dengan tuhan tuhan lain yang menyebabkan peradaban manusia ambruk satu demi satu. Pada Saat Nabi Muhammad SAW mendeklarasikan Islam, masyarakatnya sangat kental dengan kesyirikan dan kebiadaban. Anak anak perempuan yang lahir dikubur hidup hidup. Puncak kekejian manusia tak ada lagi memelebihi membunuh bayi mereka sambil tertawa. Muhammadlah yan telah menyelamatkan manusia dari keterpurukan martabat, kehancuran nilai moral dan pembasmian kelompok lemah oleh kelompok kuat. Islam disusun atas landasan Rahmatan lil alamin, yang berarti kasih sayang kepada semua makhluk. Di dalam Al Qur’an tertera tuntunan hidup yang terang dan jelas. Tuntunan Islam dibangun atas pilar pilar yang disebut Rukun Isalam. Pertama Syahadat yaitu mengakui Allah itu Esa.  Tidak ada tuhan selain Allah. DIA tidak beranak dan tidak  diperanakkan. Tidak ada yang serupa dengan DIA. Hanya Allah Yang Maha Besar dan Maha Segalanya. Kemudian mengakui bahwa Muhmmad adalah Rasul Allah. Rasul ini adalah penuntun bagi pengikutnya. Semestinya ummat yang telah berbaiat kepada Islam hanya mengikuti jalan yang di firamankan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah. Nabi Saw adalah suri taualadan (role model) satu satunya bagi ummat Islam karena beliau adalah Uswatun hasanah (contoh sempurna).

Kedua menegakkan shalat, bukan sekedar mengerjakan tetapi menegakkan. Kalau tidak tegak aturannya dan persiapannya, tidak dapat shalat dilaksanakan dengan sempurna. Aturan dan tata tertib harus ditegakkan, dilaksanakan barulah dapat dikatakan sholatnya tegak. Sholat lima waktu dalam sehari semalam adalah, waktu waktu khusu untuk hening
sejenak, segala sesautu memerlukan waktu untuk berproses. Kodrat manusia yang tiada sempurna membuatnya harus berhenti sejenak dalam rutinitas keseharian, baik karena alasan teknis atau alasan kebutuhan lain. Alasan teknis, manusia perlu merestaurasi tubuhnya dengan makan dan buang air, buang gas dan beristirahat. Alasan diluar teknis adalah mengelola akal dan fikiran. Bukankah manusia memilki tiga aspek yang wajib dijaga dan dipelihara dengan baik sebagai amanat dari Sang Khlaik. Badan, jiwa dan ruh. Tidak ada jalan lebih bagus daripada Sholat dalam hal menjaga ketiganya. Dengan  makanan halal dan baik, mandi dan berpakaian serta rumah yang baik, niscaya badan  akan sehat, kuat dan tangkas. Melalui membaca dan mepelajari ayat ayat Allah jiwa akan berkembang cerdas, manusiawi dan bercahaya. Hanya bila badan dan jiwa terjaga dengan baiklah maka ruh dapat manyatu dengan keduanya.

Ketiga Puasa, perpaduan kekuatan jasmani dan jiwa, bagaikan pertarungan dua makhluk raksasa yang sangat dahsyat sehingga tak ada wasit darimanapun yang dapat menengahi mereka kecuali diri manusia sendiri. Kekuatan kedua makhluk itu berasal dari makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang diperoleh dari makhluk hidup lain dapat  memperbesar badan sedangkan makanan dan minuman jiwa yang masuk lewat  panca indra akan menumbuhkan raksasa yang tak berwujud didalam diri manusia. Puasalah yang dapat mengendalikan dan menyeimbagkan kekuatan dua makhluk yang bercokol di satu tubuh itu. Puasalah yang menempa manusia menjadi makhluk berbudi pekerti, humanis dan zuhud kepada dunia (tidak hedonis).

Keempat membayar zakat, apabila manusia telah dapat mengendalikan dua unsur besar dalam badannya, maka ia perlu keseimbangan. Kalau manusia makan perlu pembuangan maka jiwapun memerlukan system penyeimbang. Zakat adalah usaha mematahkan egoisme diri yang serakah dan ingin mengangkangi segala harta dunia. Peperangan melawan keserakahan itu akan mengukir keindahan siluet kemanusian yang bernama harkan dan martabat.

Kelima pergi Haji ke Makkah, setelah manusia dapat mengelola bagian teknis dan non teknis dari badan dan jiwanya kini giliran ruh yang harus diurus. Ruh itu suci, firman Allah bersifat ruhani. Selama mengelola hidupnya hidup manusia berkutat mengurus badan dan jiwanya saja. Tentu manusia tak sanggup mengurus ruhnya karena ia tak dapat  dimengerti. Ruh tetap suci karena tangan bahkan egoisme manusia tak dapat menyentuhnya. Kalau ia datang lahirlah anak kalau dia pergi matilah manusia. Ruh datang dan pergi menuruti perintah Yang Maha Empunya. Maka badan dan jiwa wajib pergi mengantarkan ruhnya untuk memenuhi panggilan Rabnya. Lihatlah orang orang yang menjalankan ibadah haji, mereka tidak perlu pakaian mewah, semuanya sederhana
karena bukan badan yang sedang diurus tetapi ruh. Ketika ruh bertemu ruh, maka lihatlah badan dan jiwa jadi luruh….

Kelima rukun Islam itu dapt diumpamakan sebagai bangunan kokoh kuat dan indah. Sayhadat adalah pondasi dan lantainya. Sahalat adalah tiang tiang besar dan kecilnya.Puasa adalah dindingnya yang menutupi dari ganguan luar. Zakat adalah pintu dan jendelanya serta haji adalah atapnya yang indah.

Bagaimana mungkin seseorang hanya dapat mendirikan tiang dan pergi begitu saja? Bangunan apa namanya, stone hange atau batu tegak? Tak mungkin pula ada orang menembok rumahnya tanpa ada pintu dan jendela sama sekali. Lebih tak mungin lagi kalau ada orang tiba tiba hendak memasang atap saja, maka ambruklah dia.

Masyarakat muslim yang tersebar luas diseantero jagad ini, melaksanakan Islam dengan bersahaja. Tidak ada yang keluar dari tuntunan awal yaitu Al Qur’an dan Hadits. Namun lambat laun perkembangan tradisi dan budaya mempengaruhi perilaku mereka sehinga
beragamlah warna warni kehidupan ini. Memang Allah menciptakan manusia bersuku dan berbangsa bangsa agar saling mengenal. Alangkah indahnya perbedaan perbdeaan kultur dan tradisi manusia. Betapa indahnya Ayat Ayat Allah yang bernama manusia itu.

Kemajuan disalah satu bidang telah membawa manusia dalam kehancuran seperti sebelum mengenal Islam itu. Einstein mengatakan agama tanpa ilmu buta dan ilmu tanpa agama pincang. Jadi memajukan hanya salah satu saja maka lihatlah akibatnya selama ini. Manusia telah dengan pongahnya memisahkan agama dari kehidupan dunianya. Tiba tiba semua orang menganggap agama adalah urusan pribadi. Pandangan itu adalah buah dari ajaran liberalisme yang mengkritisi peran gereja dalam negara dimasa lalu.

Ummat Islam terlalu kebelinger karena termakan oleh ajaran liberalisme dan neoliberalisme, sehinga mau saja mengikuti langkah orang lain yang  sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Islam mengikat dengan kuat akan kebutuhan peri kehidupan material dan spiritual. Kebodohan lain lagi adalah menganggap akhirat itu sebagai masa yang sangat jauh dan susah menunggunya. Sayang sekali kalau
akhirat dianggap jauh, karena sejatinya itu adalah istilah yang tidak hanya berarti hari pembalasan tetapi juga berarti spiritual atau ruhaniah.

Jadi akhirat berarti ruhaniah sebagai bandingan dari material atau duniawiyah. Akhirat selama hidup kita adalah mencapai kesimbangan dan keharmonisan raga dan jiwa. Bila satu manusia hidup dengan cahaya maka manusia lain akan memperoleh cahaya juga. Tetapi bila mausia mulai hedonis (cinta dunia) maka setiap kawan dan tetangganya kan juga tertular penyakit hedonis.

Penyakit senang dunia dan meninggalkan akhirat (spiritual) menjadikan manusia mulai mempertuhankan apa saja yang sekiranya membawa keuntungan kepadanya secar material. Ketika semua orang telah memikirkan keuntungan material disitulah timbul kapitakisme. Dari kapitalisme lahirlah liberlisme, karena tanpa liberlisme keuntungan
besar tak mungkin didulang begitu mudah. Semakin hari semakin banyak manusia yang beralih kepada akidah barunya kalpitalisme.

Ummat Islam adalah ummat terkuat dalam menjaga sendi sendi akidahnya dan merefleksikanya dalam segala lini kehidupan. Agama Islam menawarkan jalan hidup (way of life) yang tiada dimiliki oleh agama manapun sebelum maupun sesudahnya. Agama Islam mengatur dari yanmg terkecil semisal cara bersuci sampai yang terbesar yaitu masalah politik dan ekonomi. Karena kecanggihannya itulah maka masyarakat muslim dimanapun dapat survive dan berdaya guna bagi masyarakat sekitarnya. Orang Islam adalah manusia globalis pertama yang memawa bendera rahmatan lil alamin.

Celakanya, Ummat Islam sebagian besar terbuai dan tidak cukup sigap menghadapi serangan luar yang bertubi tubi menghancurkan anak abangsanya. Mengingat bahwa Isalm adalah sistem kekebalan canggih yang melindungi ummatnya dari serangan penyakit dunia maka musuhpun masuk bagai virus ke dalam tubuh Islam sendiri. Sejak awal pertumbuhanya Islam memang selalu dimasuki virus dari berbagai arah tetapi kekuatan para ulama sepanjang masa terus mengawal ummat agar tidak tercemar.
Sekarang virus sudah disebarkan sendiri oleh kalangan ummat islam, banyak yang berlagak sebagai kiyai, kyai haji, haji, tuan guru, dan ajengan yang berjubah kebesaran bagai ulama sejati, tetapi sesungguhnya jubah mereka terlalu besar untuk otak sekerdil mereka itu. Justru para da’i palsu yang bersembunyi dibalik nama kyai dan sebangsanya itulah yang merusak sendi kehidupan ummat Islam. Mereka membawa gaya hidup hedonis, sok pop dan modern. Mulai bermain dengan shalawat dan bahkan Ayat Al Qur’an diperjualbelikan dengan eceran. Para kiyai hidup dalam kemewahan dan membangun menara babel dari uang jamaah miskin yang seharusnya dipakai beli nasi untuk anaknya yang busung lapar.

Ummat Islam telah dikendalikan oleh musuh musuhnya yang sangat takut dengan system imunisasi akidah yang dimiliki. Tidak ada yang lebih mudah dalam merusak kekebalan itu kecuali dengan memeberi makanan enak sembari memasukkan virus baru. Astagfirullahaldhim, kini kita dapat saksikan muslim saling membenci. Anak melawan orang tuanya. Pemuda pemudi hidup bebas bernarkoba ria. Mahasiswa dan pelajar tidak lagi suka berjuang dalam menuntut ilmu tinggi, semuanya serba instan. Berapa banyak mereka yang bergelar Doktor dan Profesor tapi menjiplak karya ilmiah dan korupsi.

Ketimpangan semakin menjadi jadi ketika ada rekayasa yang menyudutkan ummat Islam sebagai dalang terorisme. Ini adalah puncak segala fitnah bagi muslim tetapi sudah terlanjur dibuai semua bagai kerbau dicucuk hidungnya, amin saja. Karena diancam kalau tidak ikut perekayasa artinya ikut teroris, maka mulailah kita jadi pak turut.

Suatu hari saya kedatangan sekelompok apoteker dari Rusia, mereka menanyakan ntentang berbagai seluk beluk kultur, filsafat dan agama nusantara. .Saya kesusahan memulai ketika mereka menanyakan Islam dan mencampur adukkan budaya, tradisi, politik dan sisi keamanan yang dikaitkan dengan terorisme sampai wanita dan polygami. Tanyalah saya tentang sejarah candi dan simbul mana saja saya akali begitu rupa sampai puas dengan informasi lengkap macam ensiklopedia yang diupdate tiap menit. Tapi memulai menjelaskan perkara yang di otak mereka itu sudah punya gambaran buruk dan didkit dikit ada rasa anti pati kalau bukan benci sekali, sungguh bikin simpul syarafku jadi kusut masae.

Saya harus mengurai benang kusut terlebih dahulu. Pertama kukatakan bahwa saya muslim yang bersahaja dan mempelajari dengan penuh hormat setidaknya 8 agama lain yang ada disekeliling kita serta berpuluh bahasa dunia agar aku dapat mamahami serba sedikit isi dunia kita. Bahwa Islam mempunyai misi yang disebut Rahmatan lil Alamin. Sebuah misi kasih sayang kepada semua makhluk Tuhan, apalagi yang bukan muslim,  benda mati saja wajib dikasihi. Saya paparkan serba sedikit seperti saya gambarkan diatas dan menggaris bawahi bahwa Islam itu damai, titik. Lalu!, kata mereka, menuding  terorisme dan masalah hak wanita. Ya, Islam itu teresebar dari barat ke timur dan bahkan seluruh bumi.

Mereka memeliki kultur yang sangat berbeda satu sama lain. Banyak aspek kultural di suatu negara berpenduduk muslim dilihat orang sebagai bagian dari ajaran Islam, padahal sering hal itu justru bertolak belakang dengan misi Islam yang sesungguhnya. Jangan kita
katakan bahwa kalau ada 5 kriminal muslim yang berbuat jahat, serta merta disebut Teroris Muslim. Mengapa ETA di Spanyol tidak disebut teroris Katolik dan IRA di Irlandia Utara tidak disebut teroris Protestan atau sebangasanya dan pula ekstrimis Hindu di India tak disebut teroris Hindu dan Orang Buda yang membantai Muslim di Rohingya tak pernah disebut Teroris Budis.

Penjelasan panjang lebar mencairkan perasaan masing masing, saya pribadi ,merasa senang bahwa ada orang yang mau berdialog dan mereka senang karena ada orang yang terbuka mengakui serba kekurangan dan kelebihan yang kita miliki masing masing.

Sayapun mulai mengambil contoh tentang sekelompok orang yang dizalimi 500 tahun, baik di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Mengapa mereka tidak boleh melawan orang yang menzalimi mereka seumur hidup?. Kalau ada sekelompok orang ingin menguasai daerah tertentu dengan menginvasi dan mengebom apakah mereka yang punya tanah air tidak boleh melawan dengan segala kekuatan, mempertahankan martabatnya?

Mengapa orang yang menginvasi disebut lain sedang yang mempertahankan martabatnya disebut teroris? Oh, tidak semua begitu kata mereka, saya katakan juga bahwa tidak semua muslim Teroris. Manusia modern termasuk yang muslim telah berselingkuh dengan tuhan modern lewat agama baru mereka tanpa meninggalkan keyakinan atau agama sebelumnya. LSM kemanusiaan dahulunya dibangun karena sentuhan hati agamis demi kemuliaan kemanusiaan. Pasukan pemberontak dahulunya dibangun untuk berjihad menjaga harkat martabat bangsa yang diinjak penjajah beratus tahun, yang membangkitkan glora kepahlawan pejuang yang mematri citanya di jalan Tuhan. Negara makmur berbondong mengulurkan tangan karena merasa berdosa melihat derita rakyat dari bangsa miskin dan terbelakang akibat penjajahan, dengan alasan balas budi mereka datang menyelamatkan.

Sekarang, apa saja dapat diputar balikkan. Yang mau menolong karena kemanusiaan mencari peluang keuntungan sebesar besarnya dengan konsesi konsesi. Yang berjihad tidak lagi dijalan Tuhan tetapi berselingkuh dijalan tuhan lain bernama apa saja, kekuasaan, keuntungan dan sebagainya. Negara besar tidak lagi menolong, meski bicaranya hibah, tetapi tetap akan mencekik kelak.

Dunia ini penuh dengan tipu muslihat, dari sudut manapun pencoleng senantiasa mencari kesempatan untuk mengambil keuntungan dari kelalaian kita. Kita lalai karena senang mengikuti orang orang yang telah berselingkuh dan lambat laun kitapun mulai mempertuhankan jabatan, uang, kehormatan, gengsi dan tumpukan materi.

Islam tak dapat dirusak virus apapun sepanjang ummatnya berpegang teguh pada tali Allah. Apalagi sekedar kartoon atau film “fitna”, tidak kan sampai mana-mana. Ummat Islam yang yakin tidak akan berbuat onar karena Allah menjaga kesucian firmanNYA.  Masa depan dan keselamatan ummat Islam ada di tangan mereka sendiri, mari kembali kepada pilar pilar Islam yang memebentengi kita dari segala bencana. Jadilah muslim yang bersahaja.

Wallahualambissawab

Yang ikhlas

Hazairin R. JUNEP

Romboxang ite cahye!

Monday, March 24th, 2008

Lex sopox jelo sax jax ne bis lex idup penyaer Jerman, Goethe (1749-1832), maux ye  muni sax penutux gati. Ongkat ne:” Mehr Licht!”. Lamun te base Sasakang ongkat sine bau ye kene : Romboxan ite cahye!”.  Ye mele te beng dile ape lilin sax luwexan, wayah sene. Atawe te bukaang ye jendele adekne seke terang?

Kendaitan (ternyata) ye, ndex ne mele sinar lilin ape dilah, lagu lain gati citene. Sax jari melexne seno adexte beriuk romboxan pemengan akal (penjelasan intelektual), adexte romboxang penaox dit kesejatian (kebenaran).

Lex mase ne idup Goethe, ye wah gitax  kebingisan manuse sax saling petiglang, sax  kowat merentah sax lemah. Napoleon te kalahang six Enggris dit Sulingen atawe Prusia (Jerman). Terus bae menuse saling kaken, lengan seno peradaban seken ndex keruan ruene. Ye ampoxne meno ongkat Geothe parexne sax jax tilar.

Cahye sino tandox upame ilmu penaox. Jari lamun seke luwex dengan berilmu seken benah gumi. Lex dalem ajaran Islam arax pesen pekare sax luwih utame sekex manuse berilmu timbang siyu dengan sembayang.   Meno entan Islam sax luwar biase  ngajin ilmu seno. Lagux berembe jage tadahne, seken kurang doang menuse Sasak sax boyax ilmu. Tetu masjid penox jangke siyu lex sopox kote doang. Lagux luwexan dengan nunduk nungke doang. Wah inggas besembayang ibarat mangan lex warung bilin taisne piring selapux sax gemi wahne sax bayah. Ndarax lio  kiri, kawan, julu, mudi. Ino sopox tandox dengan nglakonang ape juax tampe ilmu penaox pekare sax ne gawex.

Ape sax te sebut lex Berajah Jejati (Quantum Learning), berajah yesino,”interactions that transform energy into radiance”. Watesan (definisi) sino tebait olex rumus E=mc2 dowen Tuan Guru  Einstein. Kire kire base Sasakne :  berajah  yesino tepade saling badax ajah adexne bau tewujutang enersi jari cahye. Tuan Guru Einstein seno dengan Yahudi, lagux ke solah ongaktne pekare ilmu dait agame. Ngene ongkatne:” Agame tampe ilmu kepax, Ilmu tampe agame pekek”.

Berajah semule jatine yesino tuntunan lex dalem usahe pewujutan sifat (karakter). Karakter asalne olex base Latin sax bemaxne pahat. Jari usahe ngewujutang karakter yesino te ngukir jiwa adexne bau jari wujut sax  ruenmesax (unik), tedemenang (menarik) dait  ndexne pade six  baturne.

Berembe carente yax ngukir barang sax ndex berwujut seno? Pekare mudax, ape jax sax bewujut?. Kan wah beduwen te Agame Islam, sax mule jatine beduwe ajaran sax ndex bewujut ndah. Ye te kadu ngukir. Panutan sejati (role model) tetu tetu te perluang lex usahe sene. Ndex ne kanggo sekedar CCD (cucuk cucuk doang) alias teori. Lagux sai bani ngeraos ye mesax mesti ne gawex. Dalem Islam syarat jari Muslim marax basen Nabi SAW arax sopox, yesino ndex te kanggo lekak!.

Kembexne nane sene rue ruen jax Bangse Sasak jari bangse Indlander, ndex sadux dirix, ndexne arax ketempo kemajuan, selain dengan besiax jari selingan maling, ye luwexan dengan beseang. Lagux masi doang dengan demen pade merarix, datu endah demenne maux pajek jari ape sax jari deriten tite ye jari bati belex tipax dengan lain. Pekare ne sugul terus sengax ndarax panutan sejati atau role model.

Selapux kanak tekirim besekole, olex SD sampex S1, S2 malah luwex S3. Lagux cerobax pade te pedasang pacu pacu. Luwexan kanak sino, berajah marax latihan rage. Ndarax gumane berajah sampixne ngukir diri. Nggaxne palexne nilai olex pengajarne. Pegajarne muni ape, lemax murid tesurux muni marax meno lex ujian, jari ape bedan six beo meno?

Lamun wah pade tutux besekole, beriukne boyax pegawean adexne maux kepeng sebelex belexne. Sengax wah sesuai dait lelampan idupne waktune berajah seno. Waktune berajah ye pade ngerasax marax nyeken beli ilmu, marax dengan telateh tinju, bayahne mahal sengax lamun jari juare yaxne maux kepeng belex. Arax sopox Hakim Agung Amerika sax muni, pikiran dit berajah sino pade sik otot dit awak, pade bau te jual beli.

Lagux  nggax nggaxne sax ndex ne bau te jual beliang ye sino  KARAKTER.

Pire dengan sax te paran pinter, ndexne kowat atene begawean, ye sugul tame doang lex mbe juax taoxne. Pire dengan te angkat jari datu, ye kurang dirix six ne beridap. Ye ampoxne pade girang korupsi. Sengax ye paran lamun luwex harte berue bale bagus mobil mewah, barang barang sino bau ne kadu angkat derajatne adekne te ajin six dengan luwex. Bareh julux,  wah keluwex  dengan kekapax rebax wahne sax bis jabatanne? Pire dengan wah sax te pecat, pedahal gelar ne bederek ngiring aran ne mulai olex Kyai, Haji, Tuan Guru, Raden, Lalu, titel akademis maux beli atau honoraris, pade jelungkur. Arax sopox sax ne pade lupax, ilmu sino lamun tetu te boyax, terus teukir lex dalem pikiran sak wujutang karakter sejati manusie, selapuxne yax berubah jari cahye.

Ngkahang wah besekole lamun pade boyax barang sax bau te jual beli. Araxan ndot lex bale, kadu keping sekole seno jari modal. Nendak empax melong ape cumix, geroang terus jual lex Sweta. Jelapan maux keping kadu beli mobil, rezeki halal dait bagus. Ndarax korupsi ndarax dengan jelungkur selun selun. Lagux sax tetu besekole kerna ngelakonang perintah De Side Allah dait RasulNe, terus jaux pahat dait ukir diri, terus ukir selapux kanak bangse Sasak adexne pade jari manusie sejati, sax sembahyang kerne taoxne ape ne gawex. Bangse Sasak mesti ne dait julux jati dirixne, adekne jari Bangse Merdeke. Atene ikhlas, penaoxne gowar, ibadahne belo, amal sholehne bemanfaat, ino selapuxne jari dilah sax terang benderang lex Gumi Selaparang.

Mule Nenex kaji Sak Kuwase epen selapux penaox

Marax meno julux,

Selamet dait ampure,

Sax Ikhlas,

Hazairin R. JUNEP

(masi bedilah jamplung)